EDUKASI MANAJEMEN NYERI

DEFINISI NYERI

Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang di akibatkan adanya kerusakan jaringan yang sedang atau akan terjadi, atau pengalaman sensorik atau emosional yang merasakan seolah-olah terjadi kerusakan jaringan.

TIPE NYERI

  1. Nyeri akut adalah nyeri dengan onset yang segera dan durasi yang terbatas, memiliki hubungan temporal dan kausal dengan adanya cedera atau penyakit.
  2. Nyeri kronik adalah nyeri yang bertahan untuk periode waktu yang lama. Nyeri kronik adalah nyeri yang terus ada meskipun telah terjadi proses penyembuhan dan sering sekali tidak diketahui penyebabnya yang pasti.

TUJUAN

  1. Mengurangi rasa nyeri ringan
  2. Mengurangi rasa nyeri sedang sampai berat
  3. Meningkatkan relaksasi fisik dan psikologis
  4. Mengurangi ketegangan otot

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPON NYERI

Usia, jenis kelamin, kultur, makna nyeri, ansietas, pengalaman nyeri masa lalu, pola koping, support keluarga dan lingkungan.

INTENSITAS NYERI / DERAJAT NYERI

  1. Nyeri ringan
  2. Nyeri sedang
  3. Nyeri berat
  4. Nyeri sangat berat

SEBERAPAKAH NYERI YANG ANDA RASAKAN???

Dapat di ukur dengan :

  1. Numeric rating scale
  2. Visual analog scale
  3. Wong baker face
  4. FLACC (untuk pasien neonatus)

PENANGANAN NYERI

  1. Farmakologi

Pemberian obat anti nyeri sesuai dengan instruksi dokter.

  • Non farmakologi
  • Berikan heat/cold pack
  • Lakukan reposisi, mobilisasi yang dapat ditoleransi oleh pasien
  • Metode distraksi dan relaksasi
  • Metode distraksi adalah suatau metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian pada hal-hal lain sehingga lupa terhadap nyeri yang di alami
  • Metode relaksasi adalah merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien yang mengalami nyeri kronis. Rileks sempurna dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan, sehingga mencegah menguatnya stimulus nyeri. Tiga hal utama yang dibutuhkan dalam tehnik relaksasi (posisi pasien senyaman mungkin, pikiran sehat, lingkungan yang tenang).

Edukasi Transfusi Darah

FORM EDUKASI  PEMBERIAN DARAH DAN PRODUK DARAH

  • APA ITU DARAH DAN PRODUK DARAH ?

Darah yang mengalir dalam tubuh manusia adalah cairan yang mempunyai banyak kegunaan. Salah satu kegunaannya adalah mengantarkan oksigen  dan  makanan ke dalam sel. Untuk itu, darah mempunyai banyak komponen yang membuat darah menjadi cairan yang kompleks. Sebagai satu kesatuan, darah biasanya disebut sebagai Darah Lengkapatau Whole Blood/ WB . Darah  Lengkap  ini  bisa  dipisahkan  menjadi  beberapa  bagian  yang  biasa  dikenal  sebagai Komponen Darahatau Produk Darah. Beberapa komponen darah yang biasa diberikan adalah:

  1. Sel Darah Merah  atau Eritrosit: Sel darah yang membawa oksigen ke dalam sel.
  2. Sel Darah Putih  atau Leukosit: Sel darah yang menjaga tubuh dari penyakit infeksi seperti bakteri.
  3. Keping Darah  atau Trombosit:  Sel darah yang menghentikan perdarahan untuk sementara.
  4. Plasma: terdiri dari 92% air, 7% protein dan 1% mineral. Sesuai kebutuhan, plasma dapat dibagi lagi menjadi beberapa bagian seperti faktor pembekuan, albumin dan globulin.
  • KENAPA ANDA  ATAU  KELUARGA ANDA  MEMBUTUHKAN  PEMBERIAN  DARAH  DAN PRODUK DARAH ?

Pemberian darah dan produk darah atau yang biasa dikenal sebagai transfusi darah biasanya perlu dilakukan ketika seseorang mengalami suatu hal yang menyebabkan darah atau komponen darah berkurang, baik dalam jumlah maupun fungsinya. Salah satu hal yang mungkin menyebabkan anda membutuhkan darah adalah pelaksanaan operasi dengan perdarahan yang banyak. Dokter memutuskan untuk memberikan darah setelah mempertimbangkan banyak hal seperti  keadaan  kesehatan  anda  dan  riwayat  penyakit  yang  pernah  anda  derita. Anda  bias menanyakan lebih lanjut mengenai alasan pemberian darah ini kepada dokter yang merawat anda.

  • DARI MANA DARAH YANG DIBERIKAN BERASAL ?

Darah yang anda terima berasal dari seseorang yang menyumbangkan darah. Umumnya, darah  yang  ditransfusikan  kepada  pasien  di  RSUD Dr. Soegiri Lamongan adalah  darah  yang disumbangkan di Unit Transfusi Darah PMI Daerah Lamongan.

  • APA MANFAAT PEMBERIAN DARAH DAN PRODUK DARAH ?

Darah dan produk darah diberikan dengan maksud untuk menyelamatkan nyawa atau untuk memperbaiki kualitas hidup dari seseorang.

  • APA RISIKO DARI PEMBERIAN DARAH DAN PRODUK DARAH ?

Seperti umumnya tindakan medik yang lain, pemberian darah dan produk darah mempunyai berbagai risiko. Namun, darah yang diberikan telah melalui berbagai proses yang membuat risiko ini menjadi sangat kecil. Beberapa risiko yang mungkin terjadi mencakup:

  1. Penularan  Penyakit  Menular  Lewat  Transfusi  Darah,  seperti  penularan  HIV,  Hepatitis  B, Hepatitis C dan Sifilis. Darah yang berasal dari Unit Transfusi Darah PMI Daerah Lamongan telah melalui proses pemeriksaan  terhadap  keempat  penyakit  tersebut  di  atas.  Bila  hasil  pemeriksaan memperlihatkan adanya kemungkinan darah didapatkan dari pendonor yang memiliki salah satu dari penyakit ini, maka darah tersebut akan dibuang.
  2. Reaksi transfusi darah ringan dan sementara. Reaksi  transfusi  yang  ringan  dan  sementara  dapat  terjadi  pada 1  dari  100  pasien  yang mendapat transfusi. Hal yang biasanya terjadi dapat berupa demam, menggigil atau timbulnya bengkak atau warna kemerahan pada kulit. Beritahukan  kepada  dokter  apabila  hal  ini  pernah  terjadi  pada  pelaksanaan transfusi sebelumnya atau bila hal ini terjadi saat pelaksanaan transfusi.
  3. Alloimunisasi atau pembentukan zat kekebalan atau antibodi. Pada beberapa keadaan, pemberian darah dan produk darah dapat menyebabkan tubuh membuat zat kekebalan atau antibodi terhadap darah yang diberikan. Umumnya hal ini tidak menimbulkan gejala dan tidak membahayakan nyawa pasien. Namun, pemeriksaan tambahan biasanya  perlu  dilakukan  sebelum  pelaksanaan  pemberian  darah  dan  produk  darah berikutnya.
  4. Nyeri atau pembengkakan di tempat pemasangan jarum.
  • KENAPA  ANDA  HARUS  MEMBAYAR  UNTUK  PEMBERIAN  DARAH  DAN  PRODUK DARAH  ?

Darah diberikan secara cuma-cuma atau gratis oleh orang yang menyumbangkan darah.  Namun, darah tersebut perlu diolah terlebih dahulu sebelum dapat diberikan kepada pasien. Pengolahan  ini menimbulkan biaya yang  biasa  disebut sebagai  Biaya  Pengganti Pengolahan Darah atau service cost.

Beberapa pengolahan yang membutuhkan biaya tersebut mencakup :

  1. Rekrutmen Donor atau usaha untuk mencari donor darah sehingga persediaan darah cukup dan pasien tidak perlu menunggu lama sebelum bisa mendapatkan darah.
  2. Proses  pendonoran darah yang  memerlukan biaya seperti  pembelian  kantong  darah dan berbagai alat pendukung proses pendonoran darah.
  3. Pemeriksaan keadaan darah seperti pemeriksaan terhadap penyakit menular lewat transfuse darah dan pemeriksaan kecocokan antara pasien dengan donor.
  • APA PILIHAN YANG DAPAT ANDA AMBIL ?

Beberapa pilihan mengenai transfusi yang dapat anda ambil adalah  :

  1. Transfusi autologous : Transfusi autologus adalah pemberian darah yang diambil dari tubuh pasien sendiri. Cara ini umumnya dapat dilakukan pada pasien yang akan menjalani operasi.
  2. Transfusi darah dari keluarga : Transfusi darah dari keluarga adalah pemberian darah yang didonorkan oleh keluarga pasien. Unit Transfusi Darah PMI Daerah Lamongan biasanya membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk melakukan pemrosesan darah sebelum pemeriksaan kecocokan antara pasien dan donor bisa dilakukan.
  3. Tidak transfuse : Pilihan ini mempunyai risiko terhadap kesehatan pasien. Diskusikan kemungkinan yang dapat terjadi bila anda menolak pemberian darah dan produk darah dengan dokter yang merawat anda.
  • HAL LAIN

Anda  mempunyai  hak  untuk  menanyakan  dan  mendiskusikan  lebih  lanjut  mengenai berbagai hal mengenai pemberian darah dan produk darah dengan dokter yang merawat anda. Jangan ragu untuk melakukan hal tersebut.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai